Lewati ke konten utama
Logo YMH — PT Yulia Mega Hasta

Panduan Material

Memilih Gorden Hotel: Blackout, Vitrage, dan Kesalahan yang Mahal

· 6 menit baca · Tim PT Yulia Mega Hasta

Gorden dan vitrage di kamar hotel

Gorden jarang masuk daftar prioritas pengadaan, tapi sering muncul di ulasan tamu — biasanya dalam kalimat "kamarnya terang sekali pagi-pagi". Untuk hotel kota dengan lampu jalan dan matahari pagi, kualitas gorden berpengaruh langsung pada penilaian tidur.

Dua lapis, dua fungsi

Standar kamar hotel memakai dua lapisan. Lapisan tebal (blackout) menggelapkan ruangan untuk tidur; lapisan tipis (vitrage atau sheer) melembutkan cahaya siang agar kamar tetap terasa lapang tanpa terekspos dari luar.

Memasang hanya salah satunya adalah penghematan yang biasanya disesali: tanpa vitrage, tamu harus memilih antara gelap total atau terbuka penuh.

Blackout bukan sekadar kain tebal

Kemampuan menggelapkan datang dari konstruksi kain, bukan semata ketebalannya. Yang juga menentukan: seberapa lebar gorden melewati bingkai jendela di kiri-kanan, dan apakah bagian atas tertutup rapat. Celah beberapa sentimeter di tepi cukup membuat garis cahaya jatuh ke tempat tidur.

Ukur bukaan, bukan jendelanya

  • Lebar gorden umumnya melebihi lebar jendela agar bisa ditutup rapat tanpa tertarik.
  • Tinggi diukur dari rel, bukan dari kusen.
  • Perhatikan jarak rel ke langit-langit — ini menentukan tampilan akhir.
  • Sebutkan jenis rel yang dipakai; kaitannya berbeda-beda.

Bukan hanya untuk kamar

Function hall butuh gorden yang bisa menggelapkan ruangan untuk presentasi. Fasilitas kesehatan memakai lini yang sama sebagai pembatas antar-ranjang maupun penutup jendela. Kebutuhannya berbeda, tetapi bahan dan cara mengukurnya serupa.

Bagikan