Kesalahan paling sering dalam pengadaan amenities adalah memakai cara berpikir linen. Linen dicuci dan dipakai ulang, jadi dihitung dengan par stock. Amenities habis sekali pakai — jadi yang menentukan bukan jumlah kamar, melainkan berapa kamar yang benar-benar terisi.
Rumus dasarnya
Kebutuhan bulanan = jumlah kamar × okupansi rata-rata × 30 hari × jumlah set per kamar.
Contoh hotel 100 kamar dengan okupansi 65% dan satu set dental kit per kamar per hari: 100 × 0,65 × 30 = 1.950 set per bulan. Angka ini yang dipakai menyusun pemesanan, bukan 100.
Tidak semua item dipakai setiap hari
Sikat gigi dan sabun biasanya diganti setiap tamu. Shower cap, sewing kit, dan shaving kit sering hanya diganti bila dipakai — sehingga konsumsinya jauh lebih rendah dari okupansi penuh.
Cara paling akurat: catat pemakaian nyata selama satu bulan per item, lalu jadikan itu dasar pemesanan berikutnya. Tebakan awal selalu meleset, dan itu wajar.
Jangan pesan untuk setahun sekaligus
Pemesanan bertahap dengan jadwal tetap biasanya lebih murah secara total, meski harga satuannya sedikit lebih tinggi.
- Kemasan bisa menguning atau lecek bila disimpan terlalu lama.
- Standar brand bisa berubah di tengah tahun.
- Modal tertahan di gudang, bukan di operasional.
- Perubahan desain kemasan membuat sisa stok lama terlihat tidak seragam.
Pertimbangan lini eco
Bila properti Anda beralih ke kemasan kertas kraft atau sikat gigi bamboo, hitung ulang: perubahan biasanya mengubah biaya satuan dan kadang mengubah cara penyimpanan, karena kemasan kertas lebih peka terhadap lembap.
